Bursa Burung Sawangan Bojongsari Parung

By | 21/08/2022

Bursa Burung Sawangan Bojongsari Parung

Pecah Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Koordinat:



6°22′21″S
106°49′39″E


 / 

6.37250°S 106.82750°E
 /
-6.37250; 106.82750




Kota Depok

Kota

Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sunda ᮓᮦᮕᮧᮊ᮪

Panorama Kota Depok

Bendera Kota Depok

Lambang resmi Kota Depok

Julukan:

Kota Belimbing

Motto:

Paricara dharma

(Sanskerta)
Abdi khasiat, kebenaran, dan keadilan

Peta

Peta

Kota Depok di Jawa Barat

Kota Depok

Kota Depok

Denah

Tampilkan peta Jawa Barat

Kota Depok di Jawa

Kota Depok

Kota Depok

Kota Depok (Jawa)

Tampilkan atlas Jawa

Kota Depok di Indonesia

Kota Depok

Kota Depok

Daerah tingkat Depok (Indonesia)

Tampilkan peta Indonesia

Koordinat:



6°24′18″S
106°49′02″E


 / 

6.405031°S 106.8173077°E
 /
-6.405031; 106.8173077


Negara

 Indonesia
Wilayah Jawa Barat
Tanggal berdiri 27 April 1999; 23 hari lalu
 (1999-04-27)
Dasar hukum Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999[1]
Besaran satuan tadbir

Daftar

  • Kecamatan: 11 kecamatan
  • Kelurahan: 63 kelurahan
Pemerintahan
 • Wali Ii kabupaten Mohammad Idris
 • Wakil Pengampu Kota Imam Budi Hartono
 • Sekretaris Daerah Supian Suri
 • Ketua DPRD Yusufsyah Putra
Luas
 • Total 200,29 km2
(77,33 sq mi)
 • Luas perairan 1,69 km2
(0,65 sq mi)
Populasi

(2020)[2]

 • Total 2.056.335
 • Peringkat 8
 • Kepadatan 9.421/km2
(24,400/sq laksa)
Demografi
 • Agama Selam (93,07%)
Kekristenan (6,37%)
– Protestan (4,83%)
– Katolik (1,54%)
Buddha (0,28%)
Hindu (0,17%)
Konghucu (0,08%)
Asisten (0,03%)[2]
 • Bahasa Indonesia
Betawi
Sunda
 • IPM Kenaikan
81,37 (2021)
sangat jenjang
[3]
Zona hari UTC+07:00 (WIB)
Kode pos

16400-16500

Kode provinsi telepon 021
Pelo kendaraan B xxxx E**/Z**
Kode Kemendagri 32.76

Edit the value on Wikidata
Kode SNI 7657-2010 DPK
APBD Rp 3,5 triliun (2022)[4]
DAU Rp 946.332.371.000.- (2022)[5]
Flora resmi Belimbing
Satwa lazim Burung Gagak
Situs web www.depok.go.id

Depok
(bahasa Sunda:

ᮓᮦᮕᮧᮊ᮪
,
terj.
Dépok
) yaitu sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota Depok rata-rata merupakan bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabekpunjur dan subur di bagian daksina Jakarta. Depok awalnya dikenal dengan logo Gemeente Depok atau desa otonom puas zaman Hindia Belanda.

Pada 1982, pemerintah gerendel meresmikan Depok sebagai kota manajerial dan akhirnya mendapat status kota madya sreg 1999.[6]
Pada tahun 2021, jumlah penduduk Kota Depok sebanyak 1.886.890 usia dengan kepadatan 9.421 jiwa/km². Saat ini Jawatan Wali Daerah tingkat Depok berlokasi di Urut-urutan Margonda Raya.[2]

Geografi

[sunting
|
sunting perigi]

Secara geografis Daerah tingkat Depok terletak lega koordinat 6° 19’ 00”–6° 28’ 00” Lintang Selatan dan 106° 43’ 00”–106° 55’ 30” Bujur Timur. Dengan luas wilayah sekitar 200,29 km², Depok ialah daerah dataran rendah dengan ketinggian 50-140 mdpl dan kemiringan lerengnya kurang dari 15%.

Depok dilalui sungai-bengawan besar adalah Sungai Ciliwung dan Wai Anglung.[7]
Selain itu, ada sekali lagi 13 sub runcitruncit wilayah aliran sungai dan 22 situ atau telaga.[8]
Situasi ini menjadikan Depok sebagai provinsi nan rawan banjir di sebagian provinsi.

Tenggat Area

[sunting
|
sunting sumber]

Peta kecamatan-kecamatan yang suka-suka di Depok

Secara manajerial, Depok dibentuk berdasarkan Undang-Undang No.15 Masa 1999 akan halnya terbentuknya Kota Depok dan Daerah tingkat Cilegon. Pada tanggal 27 April 1999, Kota Administratif Depok dan Kota Manajerial Cilegon berubah menjadi Kotamadya. Takat sisi paksina Depok dengan Kota Batavia ini tidak berubah setidaknya mulai sejak musim 1933.[9]

Sejarah

[sunting
|
sunting perigi]

Sejarah Depok berawal plong 18 Mei 1696,[10]
yakni momen seorang saudagar Belanda bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok seluas 12,44km²[10]
dengan harga Rp2,4 juta[11]. Gengsi tanah itu adalah tanah partikelir milik Cornelis Chastelein sendiri sehingga terlepas berbunga kekuasaan Hindia Belanda.[11]
Sebagian besar kapling di Depok, Cilodong, Bojong Gede dan Sawangan hubungan menjadi lahan partikelir milik keluarga besar Khouw lega tahun 1877, dikuasai penuh maka dari itu Khouw Wie Seng pada perian 1894, dan, berdasarkan warta harian Het Vaderland, dijual pun kepada Pemerintah Belanda pada 16 November 1930 seharga 600 ribu gulden.[12]

Plong zaman Hindia Belanda serta sampai pendudukan Jepang dan hingga musim Republik Indonesia Sekutu, wilayah Ii kabupaten Depok modern masih terpisah ke intern 3 Kawedanan yang berbeda di kawasan Kabupaten Bogor ialah:[13]

  • Kawedanan Depok
    meliputi:

    • Kecamatan Depok, termasuk Pancoran Mas dan Beji;
    • Kecamatan Limo, terjadwal Cinere;
    • Kecamatan Sawangan, termasuk Bojongsari dan Parung.[14]
      [15]
      [16]
  • Kawedanan Jonggol
    menutupi: Kecamatan Cimanggis, termasuk Tapos.[17]
  • Kawedanan Cibinong
    membentangi: Kecamatan Sukmajaya, tertera Cilodong.[18]

Pada tahun 1898, 1909 dan 1933, daerah-negeri yang berpunya di sumber akar Kawedanan Depok tersebut timbrung ke dalam suatu distrik nan berfokus di Parung, Afdeeling Buitenzorg.[9]
[19]
[20]
Selepas penghapusan Kawedanan beralaskan Ordinansi Kepala negara Nomor 22 Tahun 1963[21], Kecamatan Depok saat itu terdiri berbunga 11 desa, yaitu Depok, Depok Jaya, Pancoran Mas, Mampang, Rangkapan Jaya, Rangkapan Jaya Yunior, Beji, Kumbik Tampang, Gubuk Cina, Tanah Baru dan Kukusan.[22]

Depok rangkaian menjadi pusat
Residensi
Ommelanden van
Batavia
alias Keresidenan Daerah sekitar Jakarta berlandaskan Keputusan Gubernur Batavia ialah
en Ommelanden
sendirisendiri terlepas 11 April 1949 №Pz/177/G.R. yang dimuat di dalam
Javasche Courant
1949 №31. Residensi ini melasikan
Regentschap
Meester Cornelis
yang terlatih sejak 1925.[23]

Sejak era Orde Baru pembangunan di Kecamatan Depok menggeliat, Depok yang dahulunya sepi kini start dilirik makanya pemerintah seumpama bagian dampak dari cepatnya urbanisasi di DKI Jakarta. Pemerintah Orde Baru kemudian menata Depok untuk dijadikan wilayah hunian yang tertata melampaui pembangunan yang diprakarsai oleh Perumnas. Pada akhir 1980-an pemerintah Orde Baru juga memindahkan kampus utama Universitas Indonesia berbunga Salemba ke Beji, kejadian tersebut mewujudkan Depok semakin banyak didatangi para perantau dari penjuru Indonesia.

Atas dasar tersebut, Pemerintah Orde Baru melakukan pelebaran dan pembangunan kronologi-kronologi disekitar Depok seperti pembangunan:

  • Jalan Margonda Raya (penghubung Depok dengan Jakarta Selatan di DKI Jakarta).
  • Jalan Raya Sawangan (penghubung Depok dengan Parung di Kabupaten Bogor).
  • Jalan Arif Rahman Hakim.
  • Perkembangan Raya Citayam (penghubung Depok dengan Bojong gede di Kabupaten Bogor).
  • Jalan Ir. H. Juanda.
  • Jalan Tole Iskandar.
  • Urut-urutan Transyogi (penghubung DKI Jakarta dengan Jonggol di Kabupaten Bogor).
  • dan pelebaran Bulevar Bogor (penghubung DKI Jakarta dengan Kota Bogor).

Hal itu mengakibatkan ponten pertumbuhan penduduk serta ekonomi di Depok melonjak panjat dan mulai mengalahkan beberapa kecamatan lain yang ada di Kabupaten Bogor sebagaimana Bojonggede, Tajurhalang, Sukaraja, Parung, Cileungsi maupun Jonggol.

Perkembangan Depok nan sejenis itu cepat menjadi pikiran bagi Pemerintah Orde Yunior, lewat Nayaka Dalam Negeri kala itu, Amir Machmud mulai mengkaji peningkatan prestise Kecamatan Depok menjadi kota manajerial. Eskalasi status tersebut dimaksudkan moga pembangunan makin tertata dan terarah bak kota masa depan, tinimbang dikelola sepenuhnya oleh Kabupaten Bogor tetapi sebagai kecamatan yang dipimpin oleh camat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981 adapun Pembentukan Kota Administratif Depok, Pemerintah Trik melakukan pemekaran wilayah Kecamatan Depok, tujuannya kerjakan meningkatkan martabat kecamatan menjadi kota administratif.[24]
Hasil pemekaran tersebut antara lain:

  1. Kecamatan Beji, terdiri pecah 5 desa, merupakan: Beji, Kemiri Muka, Dangau Cina, Tanah Baru dan Kukusan.
  2. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri berpangkal 6 desa, merupakan Pancoran Mas, Depok, Depok Jaya, Mampang, Rangkapan Jaya dan Rangkapan Jaya Baru.

Kota Administratif Depok

[sunting
|
sunting sumur]

Galeri peresmian pembentukan Ii kabupaten Manajerial Depok makanya Mendagri Amir Machmud.

Pada 18 Maret 1982, Pemerintah Pusat meresmikan pembentukan Kota Administratif Depok dengan memasukkan Kecamatan Sukmajaya yang sebelumnya merupakan sebuah desa di wilayah Jonggol, Kawedanan Cibinong. Saat itu, Depok menjadi Ii kabupaten Manajerial keempat di Jawa Barat setelah Cimahi, Tasikmalaya dan Tangerang. Saat ini, Tangerang telah memisahkan diri berpunca Jawa Barat dan bergabung dengan Provinsi Banten.

  1. Kecamatan Sukmajaya, terdiri terbit 6 desa, ialah: Sukmajaya, Mekar Jaya, Sukamaju, Kalibaru, Kalimulya dan Cisalak.

Peresmian pembentukan Kota Administratif Depok dilakukan oleh Nayaka Kerumahtanggaan Negeri Amir Machmud serta merta pelantikan Wali Kota Manajerial pertama, yakni Mochammad Rukasah Suradimadja maka dari itu Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi. Di awal tahun 1999, Kota Administratif Depok dimekarkan dan seluruh desa berganti status menjadi kelurahan.

  1. Kecamatan Beji, terdiri dari 6 kelurahan, yaitu: Beji, Beji Timur, Pondok Cina, Kemiri Muka, Kukusan dan Tanah Mentah.
  2. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 6 kelurahan, adalah: Pancoran Mas, Depok, Depok Jaya, Mampang, Rangkapan Jaya dan Rangkapan Jaya Plonco.
  3. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 11 kelurahan, yaitu: Sukmajaya, Tirtajaya, Mekar Jaya, Abadijaya, Bakti Jaya, Cisalak, Cilodong, Sukamaju, Kalibaru, Kalimulya dan Jatimulya.

Kota Depok

[sunting
|
sunting sumber]

Dengan semakin pesatnya kronologi dan permintaan aspirasi masyarakat, maka sreg terlepas 27 April 1999 terbentuklah Kota Depok yang terdiri semenjak 3 kecamatan dan ditambah dengan sebagian distrik Kabupaten Bogor, ialah:

  1. Kecamatan Cimanggis
  2. Kecamatan Limo
  3. Kecamatan Sawangan
  4. Dan ditambah 5 desa dari Kecamatan Bojonggede.

Pasca- sejumlah kawasan di Kabupaten Bogor itu memilih gabung ke Ii kabupaten Depok sesuai Undang-Undang Nomor 15 tahun 1999, kewedanan Ii kabupaten Depok terdiri bersumber 6 kecamatan diantaranya:

  1. Kecamatan Beji, terdiri dari 6 kelurahan, yaitu: Beji, Beji Timur, Pondok Cina, Kemiri Muka, Kukusan dan Persil Baru.
  2. Kecamatan Cimanggis, terdiri semenjak 13 kelurahan, yaitu: Cisalak Pasar, Pasir Bukit Selatan, Tugu, Mekarsari, Curug, Harjamukti, Tapos, Cilangkap, Sukatani, Sukamaju Baru, Jatijajar, Cimpaeun dan Leuwinanggung.
  3. Kecamatan Limo, terdiri dari 8 kelurahan, yakni: Limo, Meruyung, Krukut, Grogol, Cinere, Gandul, Pangkalan Jati dan Pangkalan Jati Hijau.
  4. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 11 kelurahan, yaitu: Pancoran Mas, Depok, Depok Jaya, Mampang, Rangkapan Jaya, Rangkapan Jaya Baru, Cipayung, Cipayung Jaya, Ratujaya, Bojong Gubuk Terong dan Pondok Jaya.
  5. Kecamatan Sawangan, terdiri dari 14 kelurahan, merupakan: Sawangan Lama, Sawangan Baru, Cinangka, Kedaung, Pengasinan, Bedahan, Pasir Ikhlas, Bojongsari Lama, Bojongsari Baru, Serua, Dangau Petir, Curug, Duren Sewu dan Duren Mekar.
  6. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 11 kelurahan, yaitu: Sukmajaya, Tirtajaya, Mekar Jaya, Abadijaya, Bakti Jaya, Cisalak, Cilodong, Sukamaju, Kalibaru, Kalimulya dan Jatimulya.

Pemekaran Kecamatan

[sunting
|
sunting sumber]

Plong periode 2007, kecamatan nan cak semau di Depok dimekarkan. Mengenai selengkapnya nama kecamatan dan kelurahan hasil pemekaran nan disahkan oleh DPRD Kota Depok, misal berikut:

  1. Kecamatan Beji
    meliputi distrik kerja: Beji, Beji Timur, Kemiri Muka, Pondok Cina, Kukusan dan Petak Baru.
  2. Kecamatan Bojongsari
    meliputi wilayah kerja: Bojongsari Lama, Bojongsari Baru, Serua, Saung Petir, Curug, Duren Mekar dan Duren Seribu.
  3. Kecamatan Cilodong
    meliputi area kerja: Cilodong, Sukamaju, Kalibaru, Kalimulya dan Jatimulya.
  4. Kecamatan Cimanggis
    meliputi negeri kerja: Cisalak Pasar, Mekarsari, Tugu, Pasir Gunung Selatan, Harjamukti dan Curug.
  5. Kecamatan Cinere
    meliputi kewedanan kerja: Cinere, Gandul, Pangkalan Jati dan Pangkalan Zakiah Baru.
  6. Kecamatan Cipayung
    meliputi wilayah kerja: Cipayung, Cipayung Jaya, Ratujaya, Bojong Pondok Terong dan Pondok Jaya.
  7. Kecamatan Limo
    meliputi provinsi kerja: Limo, Meruyung, Grogol dan Krukut.
  8. Kecamatan Pancoran Mas
    meliputi wilayah kerja: Pancoran Mas, Depok, Depok Jaya, Mampang, Rangkapan Jaya dan Rangkapan Jaya Plonco.
  9. Kecamatan Sawangan
    membentangi wilayah kerja: Sawangan Lama, Sawangan Baru, Kedaung, Cinangka, Bedahan, Pengasinan dan Pasir Putih.
  10. Kecamatan Sukmajaya
    menutupi negeri kerja: Sukmajaya, Mekar Jaya, Bakti Jaya, Abadijaya, Tirtajaya dan Cisalak.
  11. Kecamatan Tapos
    membentangi wilayah kerja: Tapos, Leuwinanggung, Sukatani, Sukamaju Baru, Jatijajar, Cilangkap dan Cimpaeun.

Pemerintahan

[sunting
|
sunting sumber]

Penanggung jawab Ii kabupaten

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut adalah daftar
Wali Kota Depok
secara definitif sejak tahun 2000 di bawah Pemerintah Republik Indonesia.

No. Potret Wali Kota Partai Sediakala Pengunci Hari Wakil Ref.
1 Missing photo.svg Badrul Kamal
(lahir 1945)
Non Partisan 15 Maret 2000 15 Maret 2005 1
(2000)
Yus Ruswandi [25]
[26]
2 Mayor of Depok Nur Mahmudi Ismail (2011).jpg Pendar Mahmudi
(lahir 1961)
PKS 26 Januari 2006 26 Januari 2011 2
(2005)
Yuyun Wirasaputra [27]
[28]
26 Januari 2011 26 Januari 2016 3
(2010)
Mohammad Idris [29]
[30]
3 Mayor of Depok Mohammad Idris, 2021.png Mohammad Idris
(lahir 1961)
Non Simpatisan 17 Februari 2016 17 Februari 2021 4
(2015)
Pradi Supriatna [31]
PKS 26 Februari 2021 Petahana 5
(2020)
Rohaniwan Kepribadian Hartono [32]
[33]
[34]

Dewan Badal

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Depok berdasarkan pangkal partai kebijakan dalam lima musim anak bungsu.

Organisasi politik Ketatanegaraan Jumlah Kedudukan pada Waktu
1999–2004 2004–2009 2009–2014 2014–2019 2019–2024
 PDI-P 12 Penurunan
5

Steady

5
Kenaikan
11
Penurunan
10
 PPP 7 Penurunan
4
Penurunan
1
Kenaikan
4
Penurunan
2
 PAN 7 Penurunan
5
Kenaikan
6

Steady

6
Penurunan
4
 Golkar 6 Kenaikan
8
Penurunan
7
Penurunan
5

Steady

5
 PKS 3 Kenaikan
12
Penurunan
11
Penurunan
6
Kenaikan
12
 PKB 2
Steady

2
Penurunan
1

Steady

1
Kenaikan
3
 Demokrat

(baru)


8
Kenaikan
15
Penurunan
5
Penurunan
3
 Gerindra

(baru)


3
Kenaikan
9
Kenaikan
10
 Hanura

(baru)


2
Penurunan
0
 NasDem

(bau kencur)


1
Penurunan
0
 PSI

(mentah)


1
 PBB 1 Penurunan
0

Steady

0

Steady

0

Steady

0
 PKPI 1 Penurunan
0

Steady

0

Steady

0

Steady

0
 PDS

(yunior)


1

Steady

1
 Persatuan 1
Fraksi TNI/Polri 5
Jumlah Anggota 45
Steady

45
Kenaikan
50

Steady

50

Steady

50
Jumlah Puak 10 Penurunan
8
Kenaikan
9
Kenaikan
10
Penurunan
9

Kecamatan

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Depok memiliki 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.809.120 jiwa dengan luas wilayah 200,29 km² dan sebaran penduduk 9.032 kehidupan/km².[35]
[36]

Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Kota Depok, ialah sebagai berikut:

Kode

Kemendagri
Kecamatan Total

Kelurahan
Daftar

Kelurahan
32.76.06 Beji 6
  • Beji
  • Beji Timur
  • Kemiri Roman
  • Kukusan
  • Pondok Cina
  • Tanah Baru
32.76.11 Bojongsari 7
  • Bojongsari Yunior
  • Bojongsari Lama
  • Curug
  • Duren Mekar
  • Duren Sewu
  • Pondok Petir
  • Serua
32.76.08 Cilodong 5
  • Cilodong
  • Jatimulya
  • Kalibaru
  • Kalimulya
  • Sukamaju
32.76.02 Cimanggis 6
  • Cisalak Pasar
  • Curug
  • Harjamukti
  • Mekarsari
  • Batu halus Argo Selatan
  • Tugu
32.76.09 Cinere 4
  • Cinere
  • Gandul
  • Pelabuhan Jati
  • Bom Kudus Baru
32.76.07 Cipayung 5
  • Bojong Pondok Terong
  • Cipayung
  • Cipayung Jaya
  • Pondok Jaya
  • Ratujaya
32.76.04 Limo 4
  • Grogol
  • Krukut
  • Limo
  • Meruyung
32.76.01 Pancoran Mas 6
  • Depok
  • Depok Jaya
  • Mampang
  • Pancoran Mas
  • Rangkapan Jaya
  • Rangkapan Jaya Baru
32.76.03 Sawangan 7
  • Bedahan
  • Cinangka
  • Kedaung
  • Pasir Polos
  • Pengasinan
  • Sawangan Baru
  • Sawangan Lama
32.76.05 Sukmajaya 6
  • Abadijaya
  • Bakti Jaya
  • Cisalak
  • Mekar Jaya
  • Sukmajaya
  • Tirtajaya
32.76.10 Tapos 7
  • Cilangkap
  • Cimpaeun
  • Jatijajar
  • Leuwinanggung
  • Sukamaju Baru
  • Sukatani
  • Tapos
Kuantitas 63

Demografi

[sunting
|
sunting sumur]

Kaki bangsa

[sunting
|
sunting sumber]

Karakteristik suku nasion penduduk Daerah tingkat Depok memiliki keberagaman. Berdasarkan data Cacah jiwa Indonesia 2000, sebagian besar penduduk Kota Depok adalah hamba allah Betawi, Jawa, dan Sunda. Kuantitas nan signifikan juga dari berbunga suku Batak, dan Minangkabau. Keberagaman tungkai bangsa di Daerah tingkat Depok memengaruhi perbedaan budaya dan rasam istiadat mahajana. Berikut adalah besaran penduduk Kota Depok beralaskan suku bangsa sesuai data Sensus Penduduk tahun 2000;[37]

No Suku Jumlah 2000 %
1 Betawi 390.419 34,20%
2 Jawa 320.770 28,10%
3 Sunda 292.077 25,59%
4 Batak 32.776 2,87%
5 Minangkabau 26.928 2,36%
6 Tionghoa 3.383 0,30%
7 Cirebon 833 0,07%
8 Banten 629 0,06%
9 Suku lainnya 73.601 6,45%
Kota Depok 1.141.416 100%

Pendidikan

[sunting
|
sunting sumur]

Pendidikan Formal TK atau RA SD alias MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan Tingkatan Lainnya
Negeri 3 207 34 15 4 5
Swasta 498 352 293 84 126 30 606
Total 501 559 327 99 130 35 606
Data Sekolah di Daerah tingkat Depok
Mata air:
[38]
[39]

Perguruan Tangga

[sunting
|
sunting sumber]

  • Sekolah tinggi Azzahra
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • Perhimpunan Gunadarma
  • Universitas Indonesia
  • Jamiah Islam Dunia semesta Indonesia
  • Perhimpunan Selam Area Syarif Hidayatullah
  • Perserikatan Jakarta Global
  • Universitas Jayabaya
  • Perkumpulan Menara api Buana
  • Perkumpulan Muhammadiyah Depok
  • Universitas Nusa Mandiri
  • Jamiah Purnawirawan Jakarta
  • Akademi Imigrasi
  • Institut Digital Bisnis Indonesia
  • Politeknik Ilmu Pemasyarakatan
  • Politeknik Imigrasi
  • Politeknik Tiara Bunda
  • Politeknik Kesehatan Genesis Medicare
  • Politeknik LP3I Cilodong
  • Politeknik Provinsi Jakarta
  • Perguruan tinggi Agama Islam Al-Qudwah
  • Sekolah Pangkat Agama Selam Madinatul Ilmi
  • Institut Agama Islam Al-Gazalie
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hamidiyah
  • Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI
  • Sekolah Tingkatan Ekonomi Islam Ar-Ridho
  • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia
  • Sekolah Tahapan Ilmu bisnis Subuh
  • Sekolah Tangga Aji-aji Ekonomi GICI
  • Institut Ilmu Ekonomi Hidayatullah
  • Sekolah Strata Ilmu ekonomi Manajemen Bisnis Indonesia
  • Sekolah Tinggi Ilmu Syariat Iblam
  • Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Raflesia
  • Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara
  • Sekolah Tinggi Keguruan dan Aji-aji Pendidikan Ar-Rahmaniyah
  • Sekolah Jenjang Teknologi Nurul Fikri

Transportasi

[sunting
|
sunting perigi]

Berikut ini adalah jongkong transportasi umum di Kota Depok:

  • KAI Commuter


    • B


      Lin Bogor
  • Transjakarta[40]
    • 4B: Universitas Indonesia-Stasiun Manggarai (via Jalan Raya Jazirah Barat)
    • D11: Halte Depok-BKN (via Kronologi Margonda Raya–Jalan Tol Jagorawi)
    • D21: Sekolah tinggi Indonesia-Stasiun MRT Lebak Bulus
    • D31: Cinere-Kuningan
    • TRS-5: Depok-Senen
  • Mikrotrans[40]
    • JAK-28: Pasar Rebo-Taman Wiladatika[40]
    • JAK-31: Andara-Blok M[40]
    • JAK-73: Wirakarya-Pasar Rebo[40]
  • Perum PPD
    • JR-01: Terminal Sawangan-Stasiun Juanda
    • JR-02: Garden at Candi-Stasiun MRT Lebak Bulus
    • JR-03: Grand Depok City-ITC Cempaka Mas
    • JR-04: Podomoro Golf View-Gajah Mada Plaza
    • JR-05: Podomoro Golf View-Lotte Shopping Avenue
    • JR-06: Podomoro Golf View-Blok M Plaza
  • Bus BRT Depok Go Lancar
    • 1
      Halte Depok-Perhentian Jatijajar
  • Trans GDC
    • 1: Grand Depok City-Museum Nasional Indonesia
  • Layanan Bus Bandara Soekarno-Hatta[41]
    • Hiba Terdahulu: Halte Depok-Bandara Soekarno-Hatta
    • DAMRI: Universitas Indonesia-Bandara Soekarno-Hatta
    • DAMRI: Cileungsi-Bandara Soekarno-Hatta
  • Bus Miniarta
    • Depok-Terminal Baranangsiang[42]
    • Kampung Rambutan-Terminal Baranangsiang[42]
    • Kampung Rambutan-Citeureup[43]
  • Layanan Bus Lainnya
    • Depok–Kalideres[44]
    • Blok M–Cileungsi[45]
    • Tanjung Priok–Cileungsi[46]
    • Kalideres–Cileungsi[47]
    • Tanah Berma–Cileungsi[48]
    • Senen–Cileungsi[49]
  • LRT Jabodebek


    • CB


      Tali tap Cibubur
  • Angkutan kota wilayah Kota Depok, Miniarta dan angkot KWK yang menghubungkan antara Terminal Depok dengan Jakarta Selatan, Jakarta Timur maupun Bogor.
  • Bus AKAP jurusan Pulau Jawa via jalur utara/tengah/selatan dan bus AKAP jurusan Pulau Sumatra via Bom Merak, Cilegon berada di Terminal Jatijajar.

Jalan raya

[sunting
|
sunting sendang]

Terdapat ruas jalan tol berikut di Depok:

  • Perkembangan Tol Cimanggis-Cibitung
  • Perkembangan Tol Cinere-Jagorawi
  • Urut-urutan Tol Jagorawi
  • Jalan Tol Cinere-Serpong
  • Jalan Tol Depok-Antasari
  • Kronologi Tol Lingkar Luar Jakarta 2

Jalan raya di Depok di antaranya yaitu:

  • Jalan Arif Rahman Hakim
  • Jalan Ir. H. Juanda
  • Adimarga Bogor
  • Jalan Gedoran Depok
  • Kronologi Margonda Raya
  • Urut-urutan Transyogi
  • Jalan Raya Pos

Selain itu, Daerah tingkat Depok dilalui oleh Jongkong KA Manggarai-Padalarang.

Perhentian

[sunting
|
sunting sumber]

  • Terminal Depok

Jalan Gedoran Depok No.39, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431.

  • Setopan Jatijajar

Bulevar Bogor No.12, Jatijajar, Kec. Tapos, Ii kabupaten Depok, Jawa Barat 16451.

  • Terminal Sawangan

Jalan Sawangan Permai No.36, Sawangan Baru, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16511.

  • Terminal Citayam

Jalan Raya Cipayung Jaya No.41, Bojong Pondok Terong, Kec. Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat 16437

  • Terminal Kampung Sawah

Jalan bentar Jatimulya No.22, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413.

  • Terminal Leuwinanggung

Kronologi Raya Leuwinanggung No.17, Leuwinanggung, Kec. Tapos, Ii kabupaten Depok, Jawa Barat 16456.[50]
[51]

Stasiun

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Depok n kepunyaan 6 stasiun KRL, 1 stasiun LRT Jabodebek, diantaranya:

  • Stasiun Citayam
  • Stasiun Depok
  • Stasiun Depok Mentah
  • Stasiun Harjamukti
  • Stasiun Pondok Cina
  • Stasiun Pondok Rajeg
  • Stasiun Universitas Indonesia

Selain itu, Kota Depok juga memiliki 1 stasiun nan sudah lalu cak jongkok beroperasi dikarenakan Tragedi Pangeran Jaya, yaitu:

  • Stasiun Pondok Terong

Tokoh tenar

[sunting
|
sunting mata air]

  • Arif Rahman Hakim

Arif Rahman Penengah adalah mahasiswa Fakultas Medis, Perguruan tinggi Indonesia yang meninggal karena ditembak sewaktu berlangsungnya protes mahasiswa yang menuntut tritura atas tadbir orde lama dibawah Presiden Soekarno plong rontok 24 Februari 1966.

  • Margonda

Lahir di Bogor, Jawa Barat, meninggal intern pertempuran ketika pasukannya menuding pasukan Inggris di Kali Bata, Depok lega copot 16 November 1945. Sejak ketika itu situasi ini dinamakan Gedoran Depok.

  • Ridwan Rais

Ridwan Rais adalah riuk satu dalang pahlawan ampera yang tewas di Jakarta plong Tragedi Wisma Marta. Ia gugur intern usia nan nisbi muda (14 musim). Dalam coretan sejarah, namanya separas dengan pelecok satu pahlawan ampera yaitu Arif Rahman Hakim.

  • Tole Iskandar

Lahir di Depok, Jawa Barat, meninggal dalam pertempuran dengan persekutuan dagang di Perladangan Cikasintu, Jawa Barat pada perian 1947. Tole Iskandar berguna karena mutakadim mengkhususkan Depok dari tangan NICA yang sebelumnya sudah lalu mempropaganda agar tak mengakuri kemerdekaan Indonesia.

Fasilitas

[sunting
|
sunting sumur]

Perumahan

[sunting
|
sunting sumber]

Menurut data Jawatan Perumahan dan Permukiman Kota Depok masa 2022, jumlah perumahan di Depok hingga kini ada seputar 520 perumahan.[52]

Gelanggang Ibadah

[sunting
|
sunting sumber]

Depok mempunyai 387 Masjid dan 83 Bandarsah, 33 Katedral Kristen, 5 Gereja Katolik Roma, 2 Pura, 1 Wihara dan 1 Klenteng yang tersebar di 11 kecamatan.[53]

Museum

[sunting
|
sunting sumur]

Kota Depok saat ini per periode 2022 sedang gencar-gencarnya cak bagi membangun pusat sejarah, dikarenakan Depok dulunya n kepunyaan kaitan dengan Hindia Belanda. Pahit lidah dengan adanya Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein di Perkembangan Pemuda dan gereja-dom berarsitektur Hindia Baru di sekitaran Depok Lama.[54]

Yojana

[sunting
|
sunting sumber]

Wali kota Depok Mohammad Idris menyebutkan ada hampir 100 taman di Kota Depok atau bertambah tepatnya sekitar 65 yojana. Angka ini bertambah banyak apabila dibandingkan dengan Kota Bandung yang terkenal n kepunyaan berbagai jenis yojana dengan beragam konsep yang kreatif.[55]

Stadion

[sunting
|
sunting mata air]

Pemerintah Kota Depok meresmikan 5 stadion diantaranya 4 stadion umum dan 1 stadion jagat. Stadion ini diresmikan dikarenakan minat teruna terhadap bola kaki cukup tinggi justru di Daerah tingkat Depok. Berikut sejumlah stadion yang telah diresmikan:

  • Stadion H. Abdul Malik
  • Stadion Mahakam
  • Stadion Merpati
  • Stadion Sukatani
  • Stadion Perserikatan Indonesia

Wi-Fi percuma

[sunting
|
sunting sumber]

Detik ini sendirisendiri perian 2022, Diskominfo Depok sudah meletuskan WiFi prodeo sebanyak 74 noktah diseluruh kecamatan dan kelurahan. 11 tutul dipasang tahun 2012, sedangkan 63 titik dipasang pada hari 2013.[56]

Ekonomi

[sunting
|
sunting sumur]

Urut-urutan Kota Depok berbunga aspek geografi, demografi maupun sumur pendapatan sedemikian itu pesat. Suka-suka beberapa indikator yang boleh dipergunakan bagaikan acuan tentang pertumbuhan ekonomi di Kota Depok, diantaranya:

  1. Penunjuk daya beli umum Depok semakin meningkat dan mengalami pertambahan bermula 576,76 puas tahun 2006 menjadi 925,50 pada perian 2022.
  2. Capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok pada tahun 2022 adalah 8,16%.
  3. Terjadi peningkatan berbunga masa ke perian pada peranan sektor tersier, yaitu dari 50,42% puas tahun 2006 menjadi 58,92% pada waktu 2022.

Kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Catatan BKKBN menyebutkan bahwa Depok seorang, di waktu 2022, ialah salah satu daerah tingkat di Propinsi Jawa Barat dengan persentase stunting terendah, merupakan sahaja sebesar 12,3%.[57]

Flat Sakit

[sunting
|
sunting sumber]

  • RSUD Depok
  • RSUD Depok Timur
  • RS Bhayangkara Brimob
  • RS Citra Medika Depok
  • RS Tentatif PMI Depok
  • RS Hermina Depok
  • RS Jantung Tabulasi
  • RS Meilia Cibubur
  • RS Mitra Keluarga Depok
  • RS Muhammadiyah Depok
  • RS Permata Depok
  • RS Puri Cinere
  • RS Sentra Medika Cisalak
  • RS Simpangan Depok
  • RS Tugu Ibu Depok
  • RS Universitas Indonesia
  • RSIA Asyifa Depok
  • RSIA Budhi Jaya Utama
  • RSIA Brawijaya Sawangan
  • RSIA Bunda Aliyah Depok
  • RSIA Depok Jaya
  • RSIA Graha Berlian Ibu
  • RSIA Reni Sejahtera
  • RSIA Setya Bhakti
  • RSIA Sumber Bahagia
  • RSIA Tumbuh Kembang
  • RSU Bhakti Yudha
  • RSU Bunda Margonda
  • RSU Citra Arafiq
  • RSU Hasanah Graha Afiah

Referensi

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^


    “Undang-Undang Nomor 15 waktu 1999”.
    qanun.bpk.go.id.




  2. ^


    a




    b




    c




    “Pengisahan Data Kependudukan – Kementerian Intern Wilayah 2022”
    (visual).
    www.dukcapil.kemendagri.go.id
    . Diakses rontok
    04 Februari
    2020
    .





  3. ^


    “Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021”.
    www.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    15 Maret
    2022
    .





  4. ^


    “APBD Daerah tingkat Depok 2022”.
    radardepok.com.





  5. ^


    “Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Negeri/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2022”
    (pdf).
    www.djpk.kemenkeu.go.id. (2022). Diakses tanggal
    04 Februari
    2022
    .





  6. ^


    “Gapura Resmi Pemerintah Ii kabupaten Depok”.
    www.depok.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-02-04
    .





  7. ^


    “13 Bengawan Yang Membelah Ii kabupaten Jakarta | Daerah Kita – Sajian Artikel Ringan dan Informatif Nusantara”.
    www.daerahkita.com
    (internal bahasa Inggris). Diakses copot
    2022-05-24
    .





  8. ^


    “Depok Netizen”. Diakses tanggal
    2022-05-24
    .




  9. ^


    a




    b




    “Landbouwstatistiekkaart” (Peta).
    Persuratan Perhimpunan Leiden. 1:150.000 (kerumahtanggaan bahasa
    (Belanda)). Batavia: Topographische Dienst. 1933. Diakses copot
    24 Mei
    2022
    .




  10. ^


    a




    b




    “Depok Pernah Mempunyai Rezim dan Kepala negara Sendiri”.
    www.viva.co.id
    (dalam bahasa
    (Indonesia)). 23 September 2017. Diakses terlepas
    24 Mei
    2022
    .




  11. ^


    a




    b




    Sopiah, Popi Siti (25 November 2021). “Tahukah? Ternyata Daerah tingkat Depok Pernah Menjadi Negara dan Memiliki Presiden! Demikian ini Sejarahnya”.
    Sarana Pakuan
    (dalam bahasa
    (Indonesia)). Perhatian Rakyat. Diakses tanggal
    24 Mei
    2022
    .





  12. ^


    Arifianto, Bambang (27 Juli 2022). “Citayam, Lahan Partikelir dan Ladang Kain”.
    Perasaan Rakyat. hlm. 10.





  13. ^


    “Ki kenangan Depok”. Diakses rontok
    2022-01-30
    .





  14. ^


    P1ntum4suk (2017-09-01). “Inilah Memori Kota Depok Yang Jarang Diketahui”.
    Depok News
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-05-24
    .





  15. ^


    babangadi. “Cinere Depok: Sejarah dan Perkembangannya”.
    Lavanya Hills Residences
    (intern bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2022-05-24
    .





  16. ^


    “Sawangan Yang Sarat Ki kenangan – Siaran Pilihan” (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-05-24
    .





  17. ^


    “Narasi Jonggol gabungan digadang jadi ibu ii kabupaten baru karena dekat DKI Jakarta”.
    metro.tempo.co
    . Diakses sungkap
    2022-05-24
    .





  18. ^


    “Cibinong, ibu kota Kabupaten Bogor nan kian tenar”.
    rumah.com
    . Diakses tanggal
    2022-05-24
    .





  19. ^


    “Overzichtskaart van de Residentie Batavia” (Peta).
    Koleksi Digital Universitas Leiden. 1:250000 (dalam bahasa
    (Belanda)). Batavia: Topographische Bureau. 1898. Diakses sungkap
    24 Mei
    2022
    .





  20. ^


    “Overzichtskaart van de Residentie Batavia” (Peta).
    Koleksi Digital Universitas Leiden. 1:250.000 (dalam bahasa
    (Belanda)). Batavia: Topographische Inrichting. 1909. Diakses terlepas
    24 Mei
    2022
    .





  21. ^


    “PERPRES No. 22 Tahun 1963 akan halnya Penghapusan Keresidenan dan Kewedanaan [JDIH BPK RI]”.
    peraturan.bpk.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-05-24
    .





  22. ^


    “Ki kenangan Kota Depok, Dulu Hutan Belantara dan Jebolan Kecamatan di Bogor”.
    suara.com. 2021-11-24. Diakses tanggal
    2022-05-24
    .





  23. ^

    Pemerintah Kotapraja Jakarta Raya 1958, hlm. 127.

  24. ^


    “Peraturan Pemerintah Nomor 43 perian 1981”.
    peraturan.go.id
    . Diakses terlepas
    2020-10-12
    .





  25. ^


    “Wali Kota Depok – H. Badrul Kamal”. Pemerintah Kota Depok. 17 Oktober 2002. Diarsipkan dari versi tahir tanggal 2002-10-17. Diakses copot
    22 Mei
    2022
    .
    Badrul terpilih sebagai Pengasuh Ii kabupaten bersama dengan Yus Ruswandi maka itu Dewan Badal Rakyat Daerah Daerah tingkat Depok dan memperoleh 33 suara berpangkal 45 anggota DPRD Kota Depok.





  26. ^


    “DPRD Tolak Perluasan Jabatan Wali Daerah tingkat”.
    Koran Tempo. 18 Maret 2005. Diakses rontok
    4 Juli
    2021
    .





  27. ^


    IAN (26 Januari 2006). “Nurmahmudi Resmi Dilantik”.
    Liputan6.com
    . Diakses tanggal
    26 November
    2017
    .
    Dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Privat Negeri RI Nomor 131.32-26/2006 dan Keputusan Nayaka Dalam Daerah RI Nomor 132.32-27/2006 terlepas 17 Januari 2006.





  28. ^


    “Disaksikan Badrul, Nurmahmudi Resmi Jabat Walikota Depok”.
    Detik.com. 26 Januari 2006. Diakses tanggal
    23 Juni
    2021
    .





  29. ^


    Harya Virdhani, Marieska (16 Juli 2012). “DPRD Desak KPU Depok Gelar Pemilukada Ulang”.
    Okezone.com
    . Diakses tanggal
    19 November
    2020
    .
    Majelis hukum Agung sudah lalu membatalkan Pertinggal Keputusan Persen Pemilihan Awam Daerah Kota Depok tertanggal 24 Agustus 2010 tentang Penetapan Saingan Primadona dan Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Daerah tingkat Depok.





  30. ^


    Soebijoto, Hertanto, ed. (26 Januari 2011). “Siang Ini Nur Mahmudi Dilantik”.
    Kompas.com
    . Diakses copot
    22 Desember
    2019
    .





  31. ^


    Sam Law Malau, Fiil (17 Februari 2016). Moenanto, Gede, ed. “Aher Lantik Idris dan Pradi Pimpin Kota Depok”.
    Deklarasi Kota
    . Diakses tanggal
    22 Desember
    2019
    .





  32. ^


    Mantalean, Vitorio (21 Januari 2021). “KPU Depok Tetapkan Idris-Imam Pengampu Kota dan Wakil Wali Daerah tingkat Tersaring”.
    Kompas
    . Diakses tanggal
    21 Januari
    2021
    .





  33. ^


    Mantalean, Vitorio (16 Februari 2021). Gatra, Sandro, ed. “Pelantikan Idris-Imam Jadi Wali Kota dan Duta Pengampu Kota Depok Ditunda hingga Akhir Februari”.
    Kompas.com.





  34. ^


    Rizki Amelia, Vini (3 Maret 2021). Baskhara, Panji, ed. “Mohammad Idris dan Imam Karakter Hartono Normal Memimpin Daerah tingkat Depok: Kami akan Tunaikan Sesudah-sudahnya”.
    Warta Ii kabupaten.





  35. ^


    “Peraturan Nayaka Dalam Kewedanan Nomor 137 Periode 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Tadbir”. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari varian asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses copot
    3 Oktober
    2019
    .





  36. ^


    “Kanun Menteri Dalam Area Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perlintasan atas Permendagri nomor 137 Musim 2017 mengenai Kode dan Data Area Administrasi Rezim”. Kementerian Internal Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari varian asli
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal
    15 Januari
    2020
    .





  37. ^


    “Karakteristik Pemukim Jawa Barat Hasil Cacah jiwa 2000”
    (pdf).
    www.jabar.bps.go.id. 1 November 2001. hlm. 72. Diakses tanggal
    10 Mei
    2022
    .





  38. ^


    “Data Jumlah Keseluruhan TK/RA, KB/TPA/SPS di Depok”.
    kemendikbud.go.id
    . Diakses copot
    2021-09-09
    .





  39. ^


    “Data Kuantitas Keseluruhan SD/Kwetiau, SMP/MTS, SMA/MA, SMK di Depok”.
    kemendikbud.go.id
    . Diakses sungkap
    2021-09-09
    .




  40. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    “Rute Transjakarta & Mikro Trans”.
    transjakarta.co.id
    . Diakses sungkap
    2022-05-29
    .





  41. ^


    “Panduan Penumpang – Rute Transportasi Pelabuhan Awan Internasional Soekarno-Hatta”.
    soekarnohatta-airport.co.id
    . Diakses rontok
    2022-07-30
    .




  42. ^


    a




    b




    “Rute Trayek Angkutan Mahajana di Kota Bogor – Terminal Baranangsiang”.
    kotabogor.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-07-30
    .





  43. ^


    “Rute Bus Kampung Rambutan – Citeureup”.
    web.trafi.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-30
    .





  44. ^


    “Rute Bus Depok – Kalideres”.
    web.trafi.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-30
    .





  45. ^


    “Rute Bus Blok M – Cileungsi”.
    web.trafi.com
    . Diakses rontok
    2022-06-30
    .





  46. ^


    “Rute Bus Tanjung Priok – Cileungsi”.
    web.trafi.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-30
    .





  47. ^


    “Rute Bus Kalideres – Cileungsi”.
    web.trafi.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-30
    .





  48. ^


    “Rute Bus Lahan Abang – Cileungsi”.
    web.trafi.com
    . Diakses copot
    2022-06-30
    .





  49. ^


    “Rute Bus Senen – Cileungsi”.
    web.trafi.com
    . Diakses terlepas
    2022-06-30
    .





  50. ^


    “Data Setopan – Dishub Provinsi DKI Jakarta”.
    dishub.dkijakarta.go.id
    . Diakses tanggal
    2021-09-04
    .





  51. ^


    “Data Perhentian – Dishub Kota Depok”.
    dishub.depok.go.id
    . Diakses tanggal
    2021-09-05
    .





  52. ^


    “Jawatan Perumahan dan Permukiman Kota Depok”.
    sirumkim.inweb.id
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2022-02-04
    .





  53. ^


    “Kementerian Agama Kawasan Jawa Barat”.
    mahakuasa.kemenag.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-02-04
    .





  54. ^


    Wahana, Kompas Cyber (2021-11-11). “Kawasan Bersejarah Depok Lama Akan Ditata Ulang, Akan Cak semau Museum”.
    KOMPAS.com
    . Diakses sungkap
    2022-04-22
    .





  55. ^


    “Yojana di Depok Kian Banyak dari Bandung”.
    Republika Online
    . Diakses rontok
    2022-02-04
    .





  56. ^


    “Free Wi-Fi di 11 Kecamatan”.
    diskominfo.depok.go.id
    . Diakses tanggal
    2022-02-04
    .





  57. ^


    Arifianto, Bambang; Fahas, Eva; Nurulliah, Novianti; Kasumaningrum, Yulistyne (19 Agustus 2022). “Mahakuasa Masih Harus Terus Berbenah”.
    Pikiran Rakyat. Bandung. hlm. 1.




Kepustakaan

[sunting
|
sunting sumber]

  • Pemerintah Kotapraja Jakarta Raya (Mei 1958),
    Sedjarah pemerintahan ii kabupaten Djakarta, Jakarta: Pemerintah Kotapraja Jakarta Raya, diakses sungkap
    24 Mei
    2022




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)
    Situs Web Konvensional Daerah tingkat Depok
  • (Indonesia)
    Ki kenangan Kota Depok
  • (Indonesia)
    Persebaran Data Ilmu purbakala Depok Abad 17-19 M



Bursa Burung Sawangan Bojongsari Parung

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Depok

Baca :   Make Up Natural Wisuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.