Burung Hantu Serak Jawa

By | 30/08/2022

Burung Hantu Serak Jawa

Bagi dagi-bandingan penyuka komidi gambar Harry Potter pastinya sempat betul sato yang hampir demap unjuk di tiap adegan komidi gambar bertemakan penyihir ini. Bahkan dabat inipun diceritakan menjadi sahabat mulai sejak si pemeran utama. Ada nan bisa menebak? Bukan yang tikus loh. Yak, dabat nan dimaksud adalah pelir mambang. Celepuk identik sebagai butuh yang aktif di lilin batik hari (nokturnal). Padalah, apakah keberadaan zakar spesial ini juga terdapat di Indonesia? Mari cari tahu!

Pelir mambang merupakan kontol menetap, burung nan konsisten dengan kondominium dan lingkungannya. Teteguk pula tak akan berpindah selama dirasa lega dada dan selama makanan di distrik tersebut masih tersuguh. Apabila sulit mendapatkan tikus burung hantu akan bermigrasi atau mengimbit mengejar makan ke daerah yang masih ada tikus namun sifatnya hanya tentatif dan akan kembali ke kancah mulanya.

Secara awam, celepuk n kepunyaan peranan terdepan dalam keseimbangan lingkungan disekitarnya. Pelir hantu termasuk kedalam varietas burung pemangsa atau

raptor
 dimana diantaranya boleh tanggulang jumlah populasi hewan yang dimangsa seperti ular, tikus, ataupun serangga. Penjatuhan populasi burung hantu di alam diakibatkan oleh sejumlah faktor, seperti adanya pola deforestasi wana dan kurangnya informasi terkait hewan tersebut nan cacat diketahui maka itu awam secara baik, sehingga banyak yang memanfaatkannya sebagai hewan peliharaan (Yayasan Margasatwa).

Berdasarkan berbagai sumber, elang malam tersebar hampir di seluruh dunia. Kuantitas jenisnya diperkirakan mencapai 141 spesies maupun lebih. Di Indonesia saja, setidaknya terdapat 54 spesies celepuk ceria atau endemik, seperti Beluk Jampuk, Beluk-watu Bukit,

Beluk Ketupa, Pungguk Kokodok, Celepuk Rajah, Celepuk Siau, Serak Jawa, dan lain-lain. Salah satu jenis burung mambang nan berstatus

Least Concern
 (berdasarkan IUCN) atau belum ditemukan ancaman secara sambil terhadap spesiesnya di pataka adalah Serak Jawa.

Baca :   Suara Burung Jalak Kebo Mp3

Burung Hantu Serak Jawa atau

Tyto alba

dikenal kembali dengan nama

Barn Owl. ‘Tyto alba’

sendiri sepatutnya ada merupakan nama latin dari burung mambang berukuran osean ini. Serak Jawa sesungguhnya sudah lama dikenal di manjapada ini, sahaja baru dideskripsikan maka itu seorang naturalis berkebangsaan Italia yang bernama Giovanni Scopoli pada periode 1769.

Foto : Shutterstock

Burung ini bukan membuat sarang seperti burung berkicau. Serak Jawa biasanya menunggangi sarang yang sudah ada atau mengambil alih sarang yang ditinggalkan. Teteguk ini juga bersarang sreg bangunan, gedung yang tinggi, serta liang pohon.

Ciri-ciri khusus Serak Jawa (Setiawan, 2004) seperti ketua besar dan membulat, wajah berbentuk hati bercelup nirmala dengan comberan kecoklatan, alat penglihatan menghadap ke depan sehingga mudah dikenali, iris mata bercelup hitam, perdua tajam condong kebawah dan dandan keputihan. Lega sayap dan punggung terdapat label mengkilap. Sayapnya didominasi warna kelabu, sawo menguning dan bercat putih. Kakinya panjang dan dahulu kokoh serta memiliki trik cengkeram nan kuat untuk mencengkram mangsanya.

Serak Jawa

yang mutakadim dewasa memiliki panjang jasad sekitar 34 cm. Burung

betinanya cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih besar (lebih besar selingkung 25%) dibandingkan dengan jenis bagak.  Bulunya yang dominan kudus membuat Serak Jawa menjadi spesies elang malam nan paling mudah dikenali diantara burung jenis lainnya. Terlebih lagi lembaga wajahnya nan putih bersih dan menyerupai bentuk hati terbantah begitu tunggal.

Garis haluan perburuan Serak Jawa

terlampau berlainan dengan jenis-varietas burung predator yang lain. Burung-kontol pemangsa lain, umumnya mengandalkan kecepatan dan kejutan bakal menentang dan menggetah target. Sementara itu perburuan incaran, Serak Jawa

sangat bergantung plong cara terbangnya yang tanpa suara dan pada pendengarannya nan habis tajam.

Baca :   Makanan Burung Lovebird Sayuran

Suara yang ketimbul akibat pergerakan sayap, diredam makanya semacam lapisan yang tampak seperti beludru pada permukaan surai-bulu sayapnya. Selain itu, tepi sayap Serak Jawa

memiliki jumbai-jumbai nan sangat lumat yang juga berfungsi lakukan meredam bunyi kepakan sayap. Kaidah keruh yang sonder suara ini menyebabkan incaran tidak mampu mendengar pergerakan Serak Jawa

dan pula membantu pendengaran burung hantu ini sendiri.

Dabir: Sarah R. Megumi

Burung Hantu Serak Jawa

Source: https://www.greeners.co/flora-fauna/serak-jawa-si-wajah-hati-dengan-pendengaran-tajam/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.