Contoh Jawaban Gugatan Cerai

Contoh Jawaban Gugatan Cerai


Sumber: freepik.com

Umum umum bilamana menghadapi kondisi digugat cerai maka itu pasangannya, hendaknya boleh senyap dan mendaras isi dari gugatan cerai tersebut. Lalu menandatangani relass panggilan sidang yang diberikan oleh Juru Sita Majelis hukum serta start mencari jawaban atas fitnahan cerai tersebut.

Kredit-poin dalam gugatan yang dikenal dengan Posita, tentu adalah versi kebenaran mulai sejak Penggugat yang harus malah dahulu dibuktikan oleh Penggugat/Kuasa hukumnya di persidangan. Tidak menutup kemungkinan, dalil-dalil Penggugat privat gugatannya mengada-ngada maupun mengejar-cari kesalahan semenjak Tergugat, demi memuluskan tujuannya untuk berparak dengan Tergugat.

Keadaan ini harus disikapi oleh Tergugat dengan membuat jawaban kecaman berikut dengan gugatan miring (gugatan rekonvensi) kapan justru Penggugat yang merugikan Tergugat sejauh ini. Berikut ialah gugatan balik (gugatan rekonvensi) sederhana yang bisa umpama referensi ataupun bahan jaga cak bagi Masyarakat awam/para Kuasa Hukum/Advokat magang/mahasiswa syariat, yang membantu Klien sebagai Tergugat atau mengalami posisi sebagai pihak Tergugat dalam perkara perceraian.



Badung, 29 Desember 2020


KepadaYth,


Majelis Hakim perkara meja hijau No. xxx


Pengadilan Negeri xxx


di xxx


Perihal: Eksepsi, Jawaban Gugatan dan Tudingan Rekonvensi.


Dengan hormat,


Nan bertandatangan dibawah ini:


I Putu Agus Putra Sumardana, SH pengacara/ajuster yang menetap di xxx, beralaskan surat kuasa khusus tanggal xxx (terlampir), dolan buat dan atas keunggulan :



NI MADE XXX, Putri, Lahir di xxx copot xxx, No. KTP: xxx, Pekerjaan xxx, Agama Hindu, beralamat sesuai KTP di xxx.


Untuk selanjutnya disebut sebagai………………………………………… TERGUGAT;


Dengan ini kami kuasa hukum Tergugat mengajukan Eksepsi, Jawaban Sangkaan dan Gugatan Rekonvensi terhadap perkara perdata No. xxx, seumpama berikut:



DALAM EKSEPSI:


Bahwa Pengadilan Provinsi xxx tidak berwajib mengadili perkara aquo mengingat alamat Tergugat terakhir (sesuai domisili) adalah xxx sesuai dengan Surat pas Domisili No. xxx tertanggal xxx yang dikeluarkan oleh Kelian Banjar Dinas xxx, Desa/Kelurahan xxx, Kecamatan xxx. Kabupaten xxx , sehingga sesuai teori hukum kewenangan relatif maka Perdata yang berkuasa memeriksa perkara adalah PENGADILAN NEGERI XXX. Hal ini dapat dibuktikan dengan setiap adanya risalah panggilan (relaas) perdata negeri xxx, Tukang Sita Pidana tidak berhasil bertemu Tergugat, sehingga Tergugat lain menerima relass tersebut. Peristiwa ini dikarenakan relass tersebut ditandatangani bukan maka itu Tergugat melainkan oleh Kalian Dusun bekas Tergugat ber-KTP, sehingga Kelian Dusun itu yang mengabari Tergugat cak bagi datang ke lokasinya, sehingga akhirnya Tergugat mendapatkan sertifikat gugatan tersebut berasal Kelian Dusun yang tidak Kelian Dusun medan tinggal Teargugat. Dengan demikian gugatan dapat dikatakan Riuk Target.

Baca :   Cara Membuat Rangka Layang Layang Burung



DALAM KONVENSI:


  1. Bahwa Tergugat menolak semua dalil Gugatan Penggugat, kecuali secara tegas diakui oleh Tergugat dalam jawaban ini;


  2. Bahwa benar antara Tergugat dan Penggugat terikat perkawinan yang sah nan telah melangsungkan perkawinan dihadapan Pemuka Agama Hindu pada terlepas xxx dirumah kediaman Penggugat di Dusun xxx, Desa xxx, Kec. xxx, sebagaimana Kutipan Akta Perkawinan No. xxx sungkap xxx, yang dicatatkan plong Jawatan Dinas Kependudukan dan Pendataan Sipil di Kabupaten xxx;


  3. Bahwa benar selama privat perkawinan antara Tergugat dan Penggugat sudah dikaruniai 2 (dua) insan momongan, yang bernama: XXX, Pria, umur 5 tahun dan XXX, Perempuan, semangat 3 tahun ;


  4. Bahwa benar puas awal perkawinan, usia apartemen tangga Tergugat dengan Penggugat sangat rukun dan harmonis sebagaimana harapan bersama;——————-


  5. Bahwa enggak benar segala nan didalilkan oleh Penggugat dalam Pertinggal Gugatannya pada posita ponten 4,5,6,7 dan 8 yang modalnya menyatakan bahwa sekitar periode 2013 dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari antara Tergugat dengan Penggugat sering terjadi percekcokan, pertengkaran-pertengkaran yang disebabkan sikap buruk dari Tergugat. Hal yang benar justru Penggugatlah yang selalu membuat keadaan apartemen strata menjadi tidak nyaman dikarenakan Penggugat n kepunyaan hubungan haram dengan Wanita Idaman Enggak (WIL). Penggugat tidak menafkahi Tergugat selaku istrinya nan sah cuma justru membiayai arwah Wanita Idaman Lain (WIL) tersebut. Keadaan ini karuan berkapak dengan hidup rumah tangga Tergugat yang merasa enggak bahagia dengan kehadiran Wanita Idaman Tak (WIL) tersebut, dimana eksistensi Wanita Idaman Lain (WIL) itu sudah menjadi sosi masyarakat di medan tinggal Penggugat, sehingga Tergugat merasa teramat sipu dengan Perbuatan buruk Penggugat tersebut;


  6. Bahwa meskipun demikian, Tergugat masih bersabar dan membuka gapura pemaafan kepada Penggugat untuk pula ke jalan yang benar buat membina kondominium tangga seperti lalu lagi demi fungsi dan kebahagiaan anak-anak kandung Penggugat dan Tergugat;

Baca :   Jual Beli Burung Temanggung



N domestik REKONVENSI


  1. Bahwa hal-hal yang sudah lalu diajukan dalam Jawaban Konvensi tersebut diatas, yakni bagian yang tidak terpisahkan n domestik Sangkaan Rekovensi ini;


  2. Bahwa oleh karena Tergugat Rekonvensi selaku seorang suami dan ayah sekaligus selaku kepala rumah strata yang memiliki muatan jawab terhadap keluarganya, dengan sengaja mutakadim melupakan kewajibannya serta menelantarkan Penggugat Rekonvensi dan pun menelantarkan anak asuh-momongan kandung kami, maka dengan demikian Tergugat Rekonvensi memiliki suatu tanggung yang harus dipenuhinya, yaitu: harus membayar tembolok terhutang kepada Penggugat Rekonvensi selaku isterinya dan biaya hidup terhutang sejumlah Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) setiap bulan;


  3. Bahwa Tergugat Rekonvensi menilai Penggugat Rekonvensi mempunyai kemampuan bagi mengupah biaya hidup terhutang beberapa Rp. 5.000.000,- (lima juta ringgit) setiap wulan, sebab Tergugat Rekonvensi memiliki penghasilan berpangkal usaha dagangnya yang beromset perbulan nya sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), dengan keuntungan murni rata-rata perbulan nya sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah)


  4. Bahwa mengingat perkawinan antara Penggugat Rekonvensi dan Tergugat Rekonvensi telah dilahirkan 2 (dua) orang anak asuh yang terhitung masih dibawah umur serta masih memerlukan perhatian khusus dari seorang Ibu, maka Penggugat Rekonvensi memohon kepada Majelis Hakim Pengkaji perkara ini agar berkenan bakal memberikan hak asuh kepada Penggugat Rekonvensi  selaku ibu kandung semenjak anak tersebut;


  5. Bahwa berlandaskan dalil-dalil dan pertimbangan diatas, Penggugat Rekonvensi mohon kepada yang mulia Majelis Wasit Pengadilan Negeri xxx berkenan menanyai dan memutus perkara sebagai berikut;



DALAM EKSEPSI;


Memufakati Eksepsi Tergugat Konvensi bikin seluruhnya;



Dalam KONVENSI:


  1. Menyorong gugatan Penggugat Konvensi kerjakan seluruhnya;


  2. Menyatakan kecaman Penggugat Konvensi tak bisa dipedulikan (Niet Onvankelijke Verklaard);


  3. Menghukum Penggugat Konvensi/Tergugat Rekonvensi cak bagi membayar seluruh biaya yang timbul intern perkara ini;

Baca :   Contoh Penulisan Daftar Riwayat Hidup



Privat REKONVENSI:


  1. Mengabulkan fitnahan Tergugat Rekonvensi untuk seluruhnya;


  2. Menyatakan secara hukum perkawinan antara Penggugat Rekonvensi dan Tergugat Rekonvensi putus karena parak;


  3. Menjadwalkan/mengangkat Penggugat Rekonvensi ibarat wali asuh momongan berpangkal Penggugat Konvensi dan Tergugat Konvensi yang bernama XXX, Suami-laki, jiwa 5 tahun dan XXX, Perempuan, umur 3 periode;


  4. Menetapkan persen nafkah bikin Penggugat Rekonvensi beserta anak beberapa Rp. 5.000.000,- (lima miliun mata uang) setiap bulan terperingkatkan sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Perdata Negeri xxx;


  5. Menghukum Tergugat Rekonvensi untuk membayar seluruh biaya yang ketimbul dalam perkara ini;


  6. Menyatakan hukum Putusan ini dapat dijalankan lebih lewat (uitvoir Baar Bij Vooraad), meskipun timbul perlawanan, banding maupun kasasi.


ATAU:


Minta putusan nan seadil-adilnya;


Demikian jawaban aduan dan gugatan Rekonvensi ini kami olok-olokan, diiringan dengan ucapan terima hadiah.


    Badung, 5 September 2020


                Hormat Kami Kuasa Hukum


Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi


   I Putu Agus Putra Sumardana, SH


Contoh Jawaban Gugatan Cerai

Source: https://www.jasahukumbali.com/artikel/contoh-sederhana-gugatan-balik

Check Also

Manfaat Jahe Untuk Burung Trucukan

Manfaat Jahe Untuk Burung Trucukan Trucukan yakni salah suatu tipe kontol yang mempunyai celoteh indah. …